Manajemen Resiko

Para eksekutif keuangan menghargai cara baru dan imaginatif untuk meminimalkan eksposur atas volatilitas valas, harga komoditi, tingkat suku bunga, dan harga sekuritas.
Industri keuangan menawarkan produk lindung nilai keuangan, seperti swap mata uang, swap suku bunga dan opsi.
Pembuat standar akuntansi membahas prinsip/standar pengukuran dan pelaporan yang tepat untuk produk-produk keuangan. Sehingga perusahaan melakukan pelaporan keuangan secara internasional semakin baik.  
Semua ini untuk mengurangi resiko penggunaan instrumen yang sering tertutup. Oleh karena itu mempelajari istilah manajemen resiko menjadi penting.

Hal Mendasar Manajemen Resiko
Tujuan utama manajemen resiko keuangan adalah untuk meminimalkan potensi kerugian yang timbul dari perubahan tak terduga harga mata uang, kredit, komoditas, dan ekuitas.
Untuk itu kita memerlukan pengetahuan tentang:
  1. Resiko pasar
  2. Resiko likuiditas
  3. Diskontinuitas pasar
  4. Resiko kredit
  5. Resiko regulasi
  6. Resiko pajak
  7. Resiko akuntansi
Mengapa Mengelola Resiko Keuangan?
Mengendalikan resiko keuangan dapat meningkatkan nilai perusahaan, karena investor menyukasi manajer keuangan yang mampu mengidentifikasi dan mengelola resiko pasar.
Stabilitas aliran kas bisa meminimalkan kejutan laba, sehingga ekspektasi arus kas naik. Stabilitas laba mengurangi resiko gagal bayar & kebangkrutan.  
Manajemen eksposur yang aktif membuat perusahaan bisa konsentrasi pada resiko bisnis utama. Misal, perusahaan manufaktur dapat terlindung dari resiko suku bunga dan mata uang dengan berkonsentrasi pada produksi & pemasaran.
Pemberi pinjaman (kreditur), karyawan dan pelanggan juga bisa memperoleh manfaat dari manajemen eksposur.
Kreditur  : Toleransi resiko lebih rendah dibanding stockholders.
Karyawan : Melalui dana pensiun dan imbalan lebih baik .
Pelanggan : Membatasai resiko yang dihadapi konsumen.

Peranan Akuntansi
Identifikasi Resiko Pasar
Mengkuantifikasi Penyeimbangan
Manajemen Resiko di Dunia dengan Kurs Mengambang
  1. Antisipasi pergerakan kurs
  2. Pengukuran resiko kurs valuta asing
  3. Perancangan strategi perlindungan
  4. Pembuatan sistem pengendalian manajemen resiko internal
Manajemen Potensi Resiko
  1. Potensi resiko translasi
  2. Potensi resiko transaksi
  3. Potensi resiko akuntansi vs ekonomi
Strategi Perlindungan
  1. Lindung Nilai Neraca
  2. Lindung Nilai Operasional
  3. Lindung Nilai Kontraktual
Akuntansi untuk Produk Lindung Nilai
  1. Kontrak Forward Valas
  2. Future Keuangan
  3. Opsi Mata Uang
  4. Swap Mata Uang
  5. Perlakuan Akuntansi
  6. Isu Praktek
Pengungkapan
Manajemen Resiko Keuangan
  1. Mata uang asing (Foreign Currency)
  2. Nilai atas Resiko (Value at Risk)
Transaksi Lindung Nilai dan Instrumen Keuangan Derivatif
 Manajemen Mata Uang Asing
Kendali Keuangan
Poin-poin Pengendalian Keuangan
Acuan yang tepat
Sistem Pelaporan 

Referensi :
Materi Akuntansi Internasional Pak Sigit











Category: 0 komentar

0 komentar:

Posting Komentar